Staycation Bareng Tiket TO DO di Semarang Asyiknya Ngetrip Jelajahi Sam Poo Kong yang Instagenic

Travelling —Minggu, 21 Februari 2021 13:29 WIB
    Bagikan:  
Staycation Bareng Tiket TO DO di Semarang Asyiknya Ngetrip Jelajahi  Sam Poo Kong yang Instagenic
CANTIK: Bangunan kelenteng Sam Poo Kong terlihat cantik dan megah. Pengunjung yang menggunkan tiket menunjukkan barcode di pintu masuk. Foto: Aji

POSKOTAJATENG, SEMARANG - Berwisata  dekat rumah (staycation) sembari bermalam di hotel  keren yang  memprioritaskan  protokol kesehatan (prokes),  tentu jadi pilihan siapa saja yang menginginkan safe travel di masa pandemi Covid-19. Kota Semarang boleh dibilang favorit buat jujugan staycation, karena punya seabrek destinasi hits. Salah satunya Kelenteng Sam Poo Kong, yang semua arsitekturnya instagenic dan cocok bagi mereka yang hobi bikin konten buat ngevlog.

Poskota Jateng pada Selasa-Rabu (17-18/2/2021) mengikuti acara media trip menjelajahi Sam Poo Kong dan kawasan Pecinan  Kota Semarang yang digagas tiket.com. Banyak kesan dan pelajaran yang bisa dipetik dalam kegiatan  melepas penat ini. Pertama, turut ngerasain betapa dunia pariwisata ikut limbung, khususnya tingkat okupansi hotel di Semarang yang sempat drop akibat pandemi Covid-19. Lalu, mendengarkan pengalaman manajemen hotel dalam menyesuaikan era new normal ini. Hotel kekinian itu kudu berbasis CHSE, yaitu punya sertifikasi prokes dari Kemenparekraf, meliputi Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (kemanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan).

Kedua, pada masa pandemi , pengelola hotel  ternyata mengubah mindset WfH, menjadi Work from Hotel bukan lagi sebagai Work from Home. Ini artinya, hotel tak lagi sebagai tempat menginap saja, namun 'bermetamorfosis' menjadi destinasi wisata nongkrong untuk ngenet, ngopi asyik, punya spot cantik,  cozy buat merampungkan tugas kantor dan terintegrasi dengan pusat belanja kebutuhan keluarga. Yups, prinsipnya menjadi lokasi  yang family friendly (ramah keluarga).

BACA JUGA: Kapolri Sebut PPKM di Yogyakarta Berjalan Baik Sudah Jadi Zona Kuning Saatnya Kembalikan Geliat Pariwisata

Peserta media trip, diinapkan di Grand Edge, salah satu hotel yang sudah bersertifikat CHSE. Hotel bintang empat  di Jalan Sultan Agung ini bukan hanya strategis (dekat Gelora Jatidiri, Java Mall, 6 km dari Bandara Internasional Ahmad Yani), namun begitu detail menerapkan prokes, mulai tamu datang ke resepsionis, masuk lift, breakfast sampai penataan ruangan, bagi mereka yang ingin menggelar rapat atau resepsi pernikahan. Di sini, tamu wajib bermasker, dicek suhunya, mengolesi tangan dengan hand sanitizer dan jaga jarak.

[page-pagination]

Tempat Ngopi

Yang keren gaes, hotel ini juga dilengkapi tempat ngopi Koffee Talk, punya sky lounge ber-view Semarang Bawah dan rooftop pool yang menguarkan suasana romantis dan syahdu di malam  hari.

''Terus terang pandemi telah  menggerus kedatangan tamu-tamu kami. Tapi kami nggak boleh menyerah, tetap optimistis. Bermitra dengan tiket.com dan mendesain konsep kekinian adalah solusi kami untuk bangkit,''  kata Manajer Hotel  Grand Edge Joko Priyono.

Tibalah saatnya peserta staycation ke sesi utama, yaitu ngetrip  asyik dan seru ke kelenteng Sam Poo Kong. Meskipun masuk golongan wisata mainstream, namun daya pikat kelenteng yang berada di Jalan Simongan 129, Bongsari itu tak pernah luntur. Beberapa kali dipugar, kemegahan dan keindahannya makin memesona. Banyak kaum muda datang ke sini berburu spot yang instagenic. Grup band mancanegara Westlife pun tahun 2019 lalu menggelar konser di sini.

Guna masuk ke Sam Poo Kong, peserta staycation diberi kemudahan menggunakan tiket TO DO sehingga tidak perlu lagi mengantre di konter karcis dekat pintu. Cukup menunjukkan barcode ke penjaga loket. Tak ketinggalan, peserta dipandu oleh pramuwisata Heri Apri, dari Himpunan Pramuwisata Indonesia. Di depan relief, dia begitu fasih menceritakan jejak masa lalu  ekspedisi pelayaran Laksamana Zheng He atau  Cheng Ho ditahun 1405 yang singgah ke Semarang.

Menurut Apri, keunikan dari Sam Poo Kong bukan saja sebagai tempat peribadatan Tridharma, tapi simbol akulturasi atau percampuran budaya Jawa dan Cina. Itu dilihat dari desain atap kelenteng berbentuk limasan yang juga khas digunakan untuk rumah masyarakat Jawa.  Unsur Cinanya terlihat di ujung atap yang cenderung meruncing naik. Filosofi ujung atap yang naik ini sesuai dengan karakter orang Cina yang selalu bersemangat, baik dalam bekerja maupun belajar. Ornamen warna merah menyala sebagai simbol keberanian dan keberuntungan.

''Sisi unik dari kelenteng ini yaitu sebagai tempat ngalap berkah (cari keberuntungan). Orang Thailand dan Malaysia yang bangkrut dalam usaha, selama seminggu menenangkan diri di sini. Jika sudah sukses, datang lagi ke sini memberikan donasi,'' kata Heri.

Yang seru, dibantu biokong (penjaga kelenteng), kita juga bisa minta diramal tentang usaha, jodoh dan karier lho coy!. Atau berfoto memakai baju khas Tionghoa.

Sebenarnya, lokasi utama kelenteng ini ada pada Gua Batu yang dipercaya menjadi tempat petilasan atau ruang bersembahyang Laksamana Cheng Ho.

Akulturasi budaya ini juga terlihat nama bangunan. Nama seperti Mbah Kiai Tjundrik Bumi yang menjadi tempat menyimpan senjata, Kiai/Nyai Tumpeng terkait dengan makanan, dan Kiai Djangkar di mana ada bangunan untuk menyimpan jangkar kapal yang digunakan Cheng Ho saat mendarat di Jawa. Istilah Mbah  identik dengan panggilan pada masyarakat Jawa.

Patung Cheng Ho

Jika berkunjung ke sini, dibuat terkesima dengan keberadaan patung Cheng Ho yang tinggi menjulang. Patung ini memiliki tinggi 10,7 meter. Patung berbahan perunggu ini lebih tinggi dari pada patung serupa yang ada di Malaka, Malaysia.

Sampai sekarang, komplek Sam Poo Kong selalu dikunjungi oleh turis dan warga lokal menjelang Imlek dan perayaan Cap Go Meh.

Sandra Darmosumarto, Public Relations Manager tiket.com menjelaskan,sebagai online travel agent pionir di Indonesia, pihaknya siap meningkatkan perannya guna  menghidupkan kembali industri pariwisata dan roda ekonomi nasional. Salah satu upayanya adalah mengadakan sebuah perjalanan eksklusif bagi rekan-rekan media dan bloggers yang bertujuan untuk mendokumentasikan cerita pengalaman perjalanan guna membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat untuk berwisata dengan rasa aman dan nyaman.

''Kami bekerjasama dengan Hotel Grand Edge  yang menerapkan tiket CLEAN, dimana menyediakan bilik disinfektan, tempat cuci tangan, thermogun untuk semua staf dan tamu,'' pungkasnya. Aji

Editor: Ade
    Bagikan:  

Berita Terkait