Proses Pencapaian Vaksinasi di Kabupaten Pekalongan Paling Rendah se Jawa Tengah, Bulan Mei Datang Vaksin Berbeda Merk

News —Senin, 22 Februari 2021 14:44 WIB
    Bagikan:  
Proses Pencapaian Vaksinasi di Kabupaten Pekalongan Paling Rendah se Jawa Tengah, Bulan Mei Datang Vaksin Berbeda Merk
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: Ist

POSKOTAJATENG, SEMARANG-Gubernur JawaTengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh bupati/wali kota di Jateng, mengawal percepatan proses vaksinasi. Sejumlah daerah yang masih rendah capaian vaksinasi, diminta untuk melakukan konsultasi dengan Pemprov Jateng.

”Kita prioritas pada percepatan vaksinasi. Jadi saya minta seluruh bupati/wali kota mengawal proses percepatan ini. Tadi ada laporan beberapa daerah yang capaiannya masih rendah, terendah Kabupaten Pekalongan. Setelah dikonfirmasi, ternyata ada data Kabupaten Pekalongan yang masuk Kota Pekalongan,” kata Ganjar, yang ditemui usai memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, di kantornya, Senin (22/2/2021).

Dalam rapat itu disampaikan, capaian vaksinasi di sejumlah daerah untuk batch pertama masih cukup rendah. Di antaranya Kabupaten Pekalongan 57,82 persen, Brebes 71,60 persen dan Tegal 73,65 persen. Sedangkan beberapa daerah lain sudah melebihi target, di antaranya Kudus 102,82 persen, Pati 101,58 persen, dan Boyolali 100,16 persen.

Satu Juta Dosis

Tadi sudah disepakati untuk semuanya melakukan percepatan, agar vaksinasi tahap selanjutnya bisa segera dilaksanakan. Apalagi untuk vaksin yang batch kedua sebesar satu juta dosis itu, juga sudah kami kirim ke kabupaten/kota, saya harap dipercepat. Karena untuk pelayan publik seperti ASN dan lainnya, lebih gampang karena sudah terdata,” ujar dia.

Dengan terselesaikannya jatah vaksin batch pertama itu, maka penanganan selanjutnya akan lebih mudah. Apalagi pada vaksinasi Tahap II ini, ada masyarakat umum yang dilibatkan.

”Ini membutuhkan treatment lebih besar, mengingat datanya harus diverifikasi dan divalidasi dengan benar. Belum lagi sekitar Mei nanti, akan ada pengiriman beberapa jenis vaksin yang berbeda merk. Ini harus disiapkan skenarionya, jangan sampai ada masyarakat yang disuntik beda vaksin pada penyuntikan pertama dan kedua,” tegasnya.

Ganjar menegaskan, pihaknya menargetkan ada 1.000 orang yang divaksin dalam sehari untuk proses vaksinasi Tahap II ini. Jika memungkinkan, target itu diminta ditambah agar proses vaksinasi bisa lebih cepat.

”Kalau sehari 1.000 ternyata masih ada waktu, vaksinatornya masih sanggup dan orang yang divaksin masih ada, maka besok bisa ditambah. Tapi kalau 1000 itu sudah cukup melelahkan dan waktunya habis. Maka target itu yang akan kita kunci,” ucapnya.

Harus Ditingkatkan

Selain soal vaksinasi, Ganjar juga meminta bupati/wali kota mengawal proses tracing terhadap kasus covid-19. Menurutnya, jumlah tracing harus ditingkatkan, mengingat saat ini jumlah tracer telah ditambah, termasuk bantuan tenaga dari  TNI Polri.

”Karena program PPKM Mikro tengah berjalan, maka saya minta tracingnya diperketat. Apalagi sekarang ada bantuan tracer dari TNI/Polri. Tracing ini penting digencarkan, agar kita bisa mengetahui kondisi yang ada, dan segera mengambil langkah penanganan yang tepat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, proses pengiriman vaksin Tahap II sudah dilakukan ke seluruh kabupaten/kota. Targetnya, hari ini vaksin sudah tiba di seluruh lokasi itu.

”Sudah kami kirim dari kemarin, dan sampai hari ini masih berproses. Kami targetkan proses distribusi vaksin ke kabupaten/kota selesai hari ini,” tandas dia.

Setelah itu, maka seluruh daerah diminta serentak melakukan vaksinasi. Ditargetkan untuk satu juta dosis vaksin yang diterima ini, pada Minggu (28/2/2021) bisa selesai disuntikkan. SUARABARU.ID

Editor: Ade
    Bagikan:  

Berita Terkait