Kiprah Kades Nolokerto di Kendal, Bantu Warga Peroleh Income Tambahan dengan Menganyam Rotan

News —Selasa, 23 Februari 2021 12:49 WIB
    Bagikan:  
Kiprah Kades Nolokerto di Kendal, Bantu Warga Peroleh Income Tambahan dengan Menganyam Rotan
Anyaman rotan karya aga warga Desa Nolokerto . Foto: Haifanny

POSKOTAJATENG, KENDAL - Kepala desa atau kades kepalanya  harus penuh dengan sejuta ide menyiapkan jurus agar roda ekonomi warga bisa berputar saat badai Covid – 19 belum berlalu. Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,  ada kades yang kiprahnya menginspirasi, yaitu mengajak warga memperoleh income tambahan dengan menganyam rotan.

Penghasilan Tetap para perangkat desa di Kabupaten Kendal sampai sekarang belum jua cair. Kondisi ini tentu menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi seorang kades bagaimana tetap aktif menjalankan roda pemerintahan desa tanpa mengesampingkan pelayanan dan kegiatan sosial membantu warganya yang kurang mampu.

Dari 266 desa di Kabupaten Kendal, Desa Nolokerto di wilayah Kecamatan Kaliwungu, masih beruntung di sekitarnya terdapat aktivitas industri. Meskipun demikian, tak semua warga terserap dapat bekerja di dunia industri tersebut.

BACA JUGA: Juventus Bungkam Crotone 3-0, Merangsak ke Posisi Ketiga Klasemen Serie A, Pirlo Siap Berjuang Sampai Akhir

[page-pagination]

Kenyataan ini, yang membuat Kades Nolokerto Nurfatoni, seorang pensiunan kepala Sekolah Dasar mengambil inisiatif membantu warganya, untuk beraktivitas yang bisa menghasilkan income per harinya.

Dia bekolaborasi dengan PT Inizio yang bergerak di bidang meubelair untuk dijadikan mitra usaha bersama. Akhirnya sebagian warga saat ini sudah memiliki bekal keterampilan menganyam hingga bisa mengerjakan pekerjaan yang berasal dari industri mebel khusus rotan.

"Yang dibutuhkan adalah tenaga penganyam, untuk pengerjaan pembuatan produk mebel, seperti sofa, meja, kursi, rak buku dan lain-lain," kata Nurfatoni saat dijumpai sedang menemani 30 warga yang sedang pelatihan menganyam di Balai Desa Nolokerto, Minggu (21/2/2021).

BACA JUGA: Sibuk Kerja dan Tak Sempat Olahraga?, Lakukan Cara Ini Agar Tetap Bisa Olahraga

[page-pagination]

Menurutnya, perusahaan itu penghasil mebel rotan sudah memiliki jaringan pasar sampai keluar negeri. Dan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dibutuhkan tenaga yang memiliki keterampilan khusus, contohnya menganyam.

Dikatakan dia, kegiatan ini sudah dimulai awal Januari 2021, dengan mengusulkan 100 orang warga Nolokerto untuk mengikuti pelatihan menganyam. Namun saat ini baru 30 orang yang bisa ikut pelatihan.

"Yang dilatih menganyam bisa langsung menghasilkan jenis produk yang mendapatkan penghasilan. Mereka ini ada yang mendapatkan income dari Rp 50 ribu hingga Rp 125 ribu per harinya. Dan besar kecilnya hasil  sangat bergantung dengan jenis produk dan faktor kesulitannya," ungkapnya.

Produksi

Selain kegiatan pelatihan menganyam yang diprakarsai Nurfatoni, juga ditingkatkan dengan membuat tempat khusus untuk kegiatan produksi dan pelatihan.

"Kegiatan ini harus terus berlanjut untuk membantu warga yang membutuhkan pekerjaan dan yang menganggur akibat terkena PHK dampak dari Covid-19. Karena untuk seterusnya, tidak selalu bisa menggunakan balai desa untuk pelatihan dan produksi mebelair," imbuh Nurfatoni.

BACA JUGA: Pemeran Andin di Sinetron Ikatan Cinta, Amanda Manopo Diancam Dibunuh Orang Tidak Kenal

Selain itu, dengan kegiatan pelatihan menganyam khusus untuk warga desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu ini juga akan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kendal yang saat ini sedang membutuhkan anggaran untuk ruang produksi dan pelatihan.

"Kami sudah menjalin kerjasama dengan PT Inizio untuk menjadi pemasok tenaga anyam dan pengerjaan produksi mebel rotan di luar pabrik. Jadi misal dari warga kami sudah tidak ada yang mau dilatih menganyam, kami tetap akan menyelenggarakan pelatihan dengan mengambil orang luar desa," pungkasnya. Haifanny

Editor: Aji
    Bagikan:  

Berita Terkait