Hujan Deras Kota Semarang ‘Tenggelam’, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem, Masyarakat Harus Waspada

News —Selasa, 23 Februari 2021 20:45 WIB
    Bagikan:  
Hujan Deras Kota Semarang ‘Tenggelam’, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem, Masyarakat Harus Waspada
BANJIR: Kawasan Simpang Lima salah satu wilayah yang terendam banjir yang terjadi Selasa (23/2/2021) sore. Foto: Ist

POSKOTAJATENG, SEMARANG- Hujan deras yang terjadi lebih kurang dua jam setengah, sempat menenggelamkan Kota Semarang, Selasa (23/2/2021). Hujan yang terjadi mulai sekitar pukul 14.30 hingga pukul 17.00 WIB, menyebabkan beberapa wilayah ibu kota Provinsi Jawa Tengah tergenang air. Air di beberapa ruas jalan utama bervariasi ketinggian airnya, paling dalam sepinggang orang dewasa.

Hujan deras ini sendiri tidak terduga sebelumnya, mengingat cuaca sampai pukul 14.00 WIB masih terang. Namun setengah jam kemudian, hujan deras terjadi. Hujan disertai angin kencang, sementara petir beberapa kali menggelegar. Beberapa ruas jalan utama dipenuhi air, beberapa di antaranya sampai sepinggang orang dewasa.

Ruas jalan yang tergenang di antaranya seputar Simpang Lima, Jalan Gajahmada, depan Klenteng Sam Poo Kong, Jalan Singosari, Jalan Ahmad Dahlan, Jl Pemuda, Jalan Imam Bonjol dan beberapa jalan kecil lainnya. Genangan air membuat para pengendara tidak bisa melewati jalan-jalan tersebut. Beberapa kendaraan roda dua terlihat mogok.

BACA JUGA:Ganjar Ajak BBPJN Cek Kondisi Jalur Pantura, Ditemukan Banyak Lubang yang Membahayakan Pengendara

Di halaman belakang Kantor Gubernuran, di Gedung B terlihat beberapa mobil sudah tenggelam, sementara puluhan sepeda motor dibiarkan oleh pemiliknya karena tidak bisa dijangkau. Sedangkan di depan Tentrem Mall ketinggian air mencapai 50 cm, sehingga tidak bisa dilewati. Air juga sempat masuk ke lantai dasar DP Mall yang bersebelahan dengan Balai Kota.

[page-pagination]

Hujan mulai mereda pukul setengah enam sore, dan kondisi jalanan yang tergenang air mulai surut. ‘’Hujan kali ini luar biasa derasnya. Walaupun hujan hanya sebentar tapi curah hujan sangat tinggi,’’ ujar Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS, sembari mengabarkan Kantor PWI Jateng di Jalan Trilomba Juang juga kemasukan air setinggi sepuluh senti meter.

Cuaca Ekstrem

BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani menyebut Kota Semarang dilanda cuaca ekstrem pada Selasa 23 Februari 2021. Itu ditandai pada pukul 14.30-17.20 WIB telah terjadi hujan dengan intensitas sangat lebat di sejumlah titik termasuk pusat di Kota Semarang.

Menurut Sukasno, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Semarang dampak dari yang ditimbulkan adalah genangan dengan ketinggian beragam antara 10-50 cm di beberapa tempat : Simpang Lima, Balai Kota, Kerobokan, dan beberapa kawasan pusat kota lainnya.

BACA JUGA: Hujan Deras di Kota Semarang, Satu Orang Tertimbun Setengah Badan Tanah Longsor Tapi Selamat

Menurutnya, berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer menunjukkan  adanya pola siklonal berupa tekanan rendah di selatan Indonesia yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) serta daerah belokan angin (shear) di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Selain itu didukung dengan suhu muka laut yang cukup hangat, masa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat disertai kilat/petir dan diikuti angin kencang, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," katanya di Semarang, Selasa (23/2/2021) malam. Aji

 

 

Editor: Ade
    Bagikan:  

Berita Terkait