Ganjar Usul Pintu Masuk Indonesia Diperketat untuk Antisipasi Covid Varian Baru

News —Rabu, 3 Maret 2021 18:39 WIB
Editor: Aji
    Bagikan:  
Ganjar Usul Pintu Masuk Indonesia Diperketat untuk Antisipasi Covid Varian Baru
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: Ist

POSKOTAJATENG, SEMARANG - Virus Covid-19 varian baru, B1117 dikabarkan telah masuk ke Indonesia, dan kasus varian baru itu ditemukan di Karawang, Jawa Barat. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang terus memantau kasus itu, mengusulkan pintu-pintu masuk ke Indonesia diperketat hari ini. Sebab jika memang sudah terdeteksi adanya varian baru yang masuk, maka hal itu harus dilakukan.


"Ya menurut saya baik juga kalau ada varian baru dan sudah mulai terdeteksi, maka kita mesti hari-hati. Kalau perlu pintu-pintu masuk ke Indonesia diperketat mulai hari ini," di kantornya, Rabu (3/3/2021).


Pihaknya juga telah memerintahkan Kadinkes Jateng untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Tentu kita akan pantau, dari Dinkes juga saya minta pantau terus dan kita koordinasi terus dengan pusat agar kita bisa mencegah," kata gubernur.

BACA JUGA: Chacha Pimpin Dekranasda Kendal, Siap Turun ke Desa Bertemu Pengrajin

[page-pagination]

Ganjar mengatakan, dua orang yang teridentifikasi virus Covid-19 varian baru itu harus segera di-tracing. Informasinya, dua orang tersebut membawa virus varian baru itu dari Arab Saudi.


"Kalau tidak salah kan itu masuknya dari Arab ya, yang bawa dua orang itu. Maksud saya, kalau dua orang itu langsung di-tracing, maka langsung bisa diisolasi. Mereka tidak boleh keluar-keluar dulu untuk mengantisipasi penyebarannya," tegasnya.


Sekaligus lanjut dia, tim riset dari Kementerian Kesehatan harus segera mencari sebenarnya varian baru itu seganas apa. Sehingga, tindakan antisipatif bisa segera dilakukan.

BACA JUGA: Dico Inginkan Program TMMD 2021 Bisa Memeratakan Pembangunan di Kendal

"Itu mesti cepet-cepet. Ketemu dua orang, ya dua itu dikunci. Turunkan tim agar bisa meriset kondisinya, apakah perbedaannya tinggi atau tidak. Kalau harus dilakukan treatment khusus, maka kira-kira treatment yang bisa menangkal seperti apa. Kan kalau mendengarkan ini cepat menular dan mematikan, apakah benar seganas itu. Jangan sampai orang takut semuanya," tegasnya. (Aji)

    Bagikan:  

Berita Terkait